Senin, 26 Desember 2011

Sebuah Pemikiran Tentang Wabah


1. PENGERTIAN
Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan mala petaka (UU No 4. Tahun 1984). Suatu wabah dapat terbatas pada lingkup kecil tertentu (disebut outbreak, yaitu serangan penyakit) lingkup yang lebih luas (epidemi) atau bahkan lingkup global (pandemi). Kejadian atau peristiwa dalam masyarakat atau wilayah dari suatu kasus penyakit tertentu yang secara nyata melebihi dari jumlah yang diperkirakan.
2. PEMBAGIAN WABAH MENURUT SIFATNYA :
a.Common Source Epidemic
Adalah suatu letusan penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya sejumlah orang dalam suatu kelompok secara menyeluruh dan terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Adapun Common Source Epidemic itu berupa keterpaparan umum, biasa pada letusan keracunan makanan, polusi kimia di udara terbuka, menggambarkan satu puncak epidemi, jarak antara satu kasus dengan kasus, selanjutnya hanya dalam hitungan jam,tidak ada angka serangan ke dua
b.Propagated/Progresive Epidemic
Bentuk epidemi dengan penularan dari orang ke orang sehingga waktu lebih lama dan masa tunas yang lebih lama pula. Propagated atau progressive epidemic terjadi karena adanya penularan dari orang ke orang baik langsung maupun melalui vector, relatif lama waktunya dan lama masa tunas, dipengaruhi oleh kepadatan penduduk serta penyebaran anggota masya yang rentan serta morbilitas dari pddk setempat, masa epidemi cukup lama dengan situasi peningkatan jumlah penderita dari waktu ke waktu sampai pada batas minimal abggota masyarakat yang rentan, lebih memperlihatkan penyebaran geografis yang sesuai dengan urutan generasi kasus.
 
3. LANGKAH-LANGKAH INVESTIGASI WABAH
1.  Konfimasi / menegakkan diagnosa
  • Definisi kasus
  • Klasifikasi kasus dan tanda klinik
  • Pemeriksaan laboratorium
2.  Menentukan apakah peristiwa itu suatu letusan/wabah atau bukan
  • Bandingkan informasi yang didapat dengan definisi yang sudah ditentukan tentang KLB
  • Bandingkan dengan incidende penyakit itu pada minggu/bulan/tahun sebelumnya
3.  Hubungan adanya letusan/wabah dengan faktor-faktor waktu, tempat dan orang
  • Kapan mulai sakit (waktu)
  • Dimana mereka mendapat infeksi (tempat)
  • Siapa yang terkena : (Gender, Umur, imunisasi, dll)
4.  Rumuskan suatu hipotesa sementara
  • Hipotesa kemungkinan : penyebab, sumber infeksi, distribusi penderita (pattern of disease)
  • Hipotesa : untuk mengarahkan penyelidikan lebih lanjut
5.  Rencana penyelidikan epidemiologi yang lebih detail Untuk menguji hipotesis :
  • Tentukan : data yang masih diperlukan sumber informasi
  • Kembangkan dan buatkan check list.
  • Lakukan survey dengan sampel yang cukup
6.  Laksanakan penyelidikan yang sudah direncanakan
  • Lakukan wawancara dengan :
    1. Penderita-penderita yang sudah diketahui (kasus)
    2. Orang yang mempunyai pengalaman yang sama baik mengenai waktu/tempat terjadinya penyakit, tetapi mereka tidak sakit (control)
  • Kumpulkan data kependudukan dan lingkungannya
  • Selidiki sumber yang mungkin menjadi penyebab atau merupakan faktor yang ikut berperan
  • Ambil specimen dan sampel pemeriksa di laboratorium
7.  Buatlah analisa dan interpretasi data
  • Buatlah ringkasan hasil penyelidikan lapangan
  • Tabulasi, analisis, dan interpretasi data/informasi
  • Buatlah kurva epidemik, menghitung rate, buatlah tabel dan grafik-grafik yang diperlukan
  • Terapkan test statistik 
  • Interpretasi data secara keseluruhan 
8.Test hipotesa dan rumuskan kesimpulan
  • Lakukan uji hipotesis
  • Hipotesis yang diterima, dpt menerangkan pola penyakit :
    1. Sesuai dengan sifat penyebab penyakit
    2. Sumber infeksi
    3. Cara penulara
    4. Faktor lain yang berperan
9.  Lakukan tindakan penanggulangan
  • Tentukan cara penanggulangan yang paling efektif.
  • Lakukan surveilence terhadap penyakit dan faktor lain yang berhubungan.
  • Tentukan cara pencegahan dimasa akan datang
10.  Buatlah laporan lengkap tentang penyelidikan epidemiologi tersebut.
  • Pendahuluan
  • Latar Belakang
  • Uraian tentang penelitian yang dilakukan
  • Hasil penelitian
  • Analisis data dan kesimpulan
  • Tindakan penanggulangan
  • Dampak-dampak penting
  • Saran rekomendasi
4. KEJADIAN LUAR BIASA
Kejadian Luar Biasa (KLB) salah satu kategori status wabah dalam peraturan yang berlaku di Indonesia. tatus Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004. Kejadian Luar Biasa dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.
Kriteria tentang KLB mengacu pada Keputusan Dirjen No. 451/9. Suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur:
  • Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal
  • Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
  • Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
  •  Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
5. Garis Besar Pelacakan KLB
  1. Garis Besar Pelacakan KLB 
  • Pengumpulan data dan informasi secara seksama langsung di lapangan tempat kejadian
  • Analisa data yang diteliti dengan ketajaman pemikiran.
  • Adanya suatu garis besar tentang sistematika langkah-langkah yang pada dasarnya harus ditempuh dan dikembangkan dalam setiap usaha pelacakan. 
      2.      Analisis Situasi Awal  
  • Penentuan atau penegakan diagnosis 
  • Penentuan adanya wabah 
  • Uraian keadaan wabah (waktu, tempat dan orang)
           3.      Analisis Lanjutan
a. Usaha Penemua kasus tambahan
  • Adakan pelacakan ke rumah sakit dan dokter praktek ntuk menemukan kemungkinan adanya kasus diteliti yang belum ada dalam laporan.
  • Pelacakan intensif terhadap mereka yang tanpa gejala, gejala ringan tetapi mempunyai potensi menderita atau kontak dengan penderita. 
b. Analisa Data secara berkesinambungan.
c. Menegakkan Hipotesis
d. Tindakan Pemadaman wabah dan tindak lanjut.
  • Tindakan diambil sesuai dengan hasil analisis
  • Diadakan follow up sampai keadaan normal kembali.
  • Yang menimbulkan potensi timbulnya wabah kembali disusunkan suatu format pengamatan yang berkesinambungan dalam bentuk survailans epidemiologi terutama high risk.
b) Penanggulangan KLB :
  1. SKD KLB
  2. Penyelidikan dan penanggulangan KLB
  3. Pengembangan sistem surveilans termasukpengembangan jaringan informasid)  Koordinasi kegiatan surveilans : lintas program dan lintas sektoral
OUTBREAK
Suatu episode dimana terjadi dua atau lebih penderita suatu penyakit yang sama dimana penderita tersebut mempunyai hubungan satu sama lain.
EPIDEMI
Keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat frekuensinya meningkat.
PANDEMI
Keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit), frekuensinya dalam waktu singkat meningkat tinggi dan penyebarannya telah mencakup wilayah yang luas
ENDEMI
Keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit), frekuensinya pada wilayah tertentu menetap dalam waktu lama berkenaan dengan adanya penyakit yang secara normal biasa timbul dalam suatu wilayah tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar